Jumat, 30 Desember 2016

Twitter Bakal Pangkas 300 Karyawan

Twitter dikabarkan akan kembali memecat sejumlah karyawan. Keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut diambil dalam upaya penyehatan keuangan perusahaan.



Sumber internal menyebutkan rencana tersebut akan memengaruhi sekitar 8 persen atau total 300 orang tenaga kerja di Twitter. Namun, keputusan ini belum mutlak dan jumlahnya sewaktu-waktu bisa berubah.

Bila rencana PHK jadi dilakukan, Twitter disinyalir akan mengumumkannya secara resmi sebelum merilis laporan keuangan kuartal ketiga atau sekitar Kamis (27/10/2016).

PHK bukan hal baru bagi Twitter. Tahun lalu, raksasa microblogging ini juga mengambil keputusan yang sama. Saat itu, 336 orang pegawai Twitter di seluruh dunia di PHK.

Baca: Twitter Pastikan Akan PHK 336 Pegawai

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (25/10/2016), saat ini Twitter memang sedang menghadapi kesulitan keuangan karena pertumbuhan penjualan yang makin melambat. Solusinya, Twitter berusaha mengendalikan pengeluaran perusahaan.

Sebelumnya, Twitter sempat menyewa bankir dan mempertimbangkan opsi penjualan. Ada tiga perusahaan, yaitu Salesforce, Walt Disney, dan Alphabet, yang berminat membeli Twitter. Sayangnya, semua peminat itu kemudian memutuskan mundur.

Minggu, 25 Desember 2016

Kapan Mirrorless "Full Frame" Canon Dikenalkan?

Desas-desus mengenai kamera mirrorless full frame Canon semakin santer. Kabar terbaru mengungkap bahwa saat ini kamera tersebut memang benar sedang dikerjakan.



Ada satu tantangan besar dalam proses pembuatan kamera ini. Tim desain Canon dituntut untuk bisa tetap memakai mounting EF yang sudah ada sekarang, sehingga tidak muncul mounting baru.

Mounting merupakan ulir khusus yang bertujuan mengunci lensa pada bodi kamera. Saat ini Canon memiliki tiga jenis mounting, yaitu EF, EF-S dan EF-M. Masing-masing hanya bisa dipakai di jenis kamera tertentu dan tidak dapat ditukar dengan jenis yang berbeda.

Kabar yang dilansir KompasTekno dari Canon Rumors, Selasa (25/10/2016), menyebutkan kemungkinan ada dua jenis mirrorless full frame yang akan sedang disiapkan Canon.

Pertama adalah mirorrless full frame dengan lensa fixed, untuk diluncurkan terlebih dulu. Kedua berupa mirrorless full frame interchangable lenses atau lensa yang bisa diganti.

Canon sendiri belum menetapkan roadmap produk kategori barunya. Sumber internal yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, kemungkinan baru pada akhir 2017 nanti Canon akan mengumumkan kedua mirrorless full frame itu.

Sekadar diketahui, istilah mirrorless merujuk pada kamera Digital Single-Lens Reflex (DSLR) yang komponen pemantul cahayanya (mirror box) dihilangkan, sehingga ukurannya lebih ringkas.

Sedangkan full frame mengacu pada sensor berukuran 35 mm yang dipakai pada kamera tersebut.

Selasa, 20 Desember 2016

Harga Ponsel Baru Huawei Lebih Mahal dari iPhone 7 Plus?

Smartphone flagship masa kini harganya relatif mahal. Tengok saja banderol perangkat-perangkat seperti Galaxy S7 atau iPhone 7 Plus.



Huawei kini dikabarkan sedang bersiap mendongkrak harga ponsel kelas atas lewat produk barunya, Mate 9 Pro. Menurut kabar yang beredar, perangkat ini akan berbanderol 1.300 dollar AS (Rp 17 juta), seperti dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Selasa (25/10/2016).

Harga tersebut bahkan jauh lebih tinggi dari iPhone 7 Plus termahal, yakni varian 256 GB. iPhone yang satu itu dipasarkan dengan harga 969 dollar AS atau sekitar Rp 12,5 juta.

Informasi tersebut berasal dari “pembocor ulung” Evan Blass (@evleaks) yang seringkali memprediksi kemunculan gadget baru dengan akurat.

Dengan banderol setinggi itu, apa keistimewaan Huawei Mate 9 Pro? Ponsel ini disinyalir bakal dilengkapi spesifikasi serba “wah”.

 Follow
 Evan Blass ✔ @evleaks
Snap (no pun intended): Mate 9/Pro feature 4x optical zoom. But pricing on a spec'ed out Pro is enough to give you a heart attack: $1300.
8:00 AM - 23 Oct 2016
  97 97 Retweets   261 261 likes
Layarnya berukuran 5,9 inci dengan resolusi quad-HD (2.560 x 1.440 piksel). Di baliknya tertanam prosesor Kirin 960 terbaru dari Huawei, dipadu RAM 6 GB, dan kapasitas media penyimpanan hingga 256 GB.

Unit pengambil gambar pada Huawei Mate 9 Pro tak kalah canggih dengan kamera ganda dan lensa zoom 4X. Spesifikasi lain mencakup port USB Type-C dan pinggiran layar yang melengkung.

Selain Mate 9 Pro, Huawei diduga akan turut memperkenalkan ponsel lain bernama Mate 9 yang lebih murah.

Perbedaan antara keduanya disebut terletak pada resolusi dan jenis layar, di mana Mate 9 memiliki layar rata konvensional dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel.

Sebuah teaser yang beredar lewat jejaring sosial Weibo di China mengindikasikan bahwa Huawei Mate 9 dan Mate 9 Pro bakal diresmikan pada 3 November mendatang.

Kamis, 15 Desember 2016

Review: Samsung Gear 360, Perekam 360 Derajat Seharga Rp 4 Juta

Video 360 belakangan menjadi tren baru di dunia mobile dan online streaming. Sesuai namanya, video jenis ini memungkinkan pemirsa melihat ke segala arah saat menyaksikan rekaman video, tak lagi terpaku pada bidang pandang kamera yang terbatas layaknya video tradisional.



Perangkat khusus berupa headset “virtual reality” untuk menunjang pemutaran video 360 sudah banyak beredar, demikian pula dengan kamera untuk keperluan kreasi konten yang bersangkutan.

Salah satu kamera ini adalah Gear 360 besutan Samsung yang pertama kali diperkenalkan dalam ajang Mobile World Congress 2016 bersama dengan duo flagship Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge

Gear 360 dirancang agar mudah dipakai oleh konsumen awam, cukup dengan memadukannya bersama salah satu model smartphone flagship dari pabrikan yang sama. Namun ia juga sanggup beroperasi secara mandiri, tanpa dipasangkan dengan ponsel.

Seperti apa cara kerja dan hasil tangkapan gambar Gear 360? Simak selengkapnya dalam ulasan KompasTekno berikut.

Desain

Dengan bentuk bulat, Samsung Gear 360 memiliki tampilan unik mirip bola mata manusia dengan tubuh berwarna putih dan dua modul lensa fish-eye dengan cakupan bidang pandang 180 derajat.

Masing-masing lensa itu memiliki sensor gambarnya sendiri, dengan resolusi 15 megapiksel. Jadi, Gear 360 tak ubahnya dua buah kamera yang disatukan dengan posisi saling memunggungi. Gambar tangkapan dua kamera inilah yang nantinya disatukan untuk memperoleh pandangan ke segala arah.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Salah satu lensa Gear 360, dengan lampu indikator berwarna merah. Tombol record untuk merekam video atau menjepret foto ada di bagian atas.


Ukuran fisik Gear 360 sedikit lebih kecil dari bola tenis. Dua lensa kamera tadi agak menonjol ke arah luar. Di pojok kiri atas masing-masing lensa terdapat lampu indikator berwarna merah untuk menunjukkan bahwa lensa yang bersangkutan sedang aktif.

Pengguna bisa memilih untuk mengaktifkan salah satu kamera saja atau keduanya.

Di sisi atas terdapat tombol record dan sebuah layar LCD kecil untuk memberikan sejumlah keterangan penting seperti durasi waktu perekaman video atau jumlah frame foto yang tersisa, juga mode pengambilan gambar yang tengah diaktifkan.

Dua tombol lain terletak di bagian samping. Tombol pertama berfungsi mengaktifkan Bluetooth (untuk menyambungkan Gear 360 dengan ponsel) sekaligus tombol menu.

Sementara, tombol kedua berfungsi untuk mengaktifkan Gear 360 sekaligus menjalankan fungsi “back” ketika menjelajah menu. Fungsi “ok” untuk memilih opsi dalam menu dijalankan oleh tombol record di bagian atas.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Dua tombol Bluetooth (menu) dan tombol daya (back) di salah salah satu sisi Gear 360. Sisi lainnya memuat kompertemen baterai, kartu micro-SD, dan konektor micro-USB.

Layar kecil yang terletak persis di sebelah tombol record bakal menyajikan deretan opsi yang bisa dipilih dalam menu.

Sabtu, 10 Desember 2016

Nasib Seisi Internet Ternyata Bertumpu di Pundak 14 Orang

xInternet merupakan jaringan komputer yang maha rumit berisi jutaan server dan miliaran perangkat. Meski sangat kompleks, internet beroperasi dengan lancar, seakan-akan tanpa "dirigen". 
Tak banyak yang tahu bahwa ada 14 orang yang mengatur harmoni jaringan superbesar ini. Merekalah yang memegang kunci agar internet bisa berjalan lancar. Siapakah mereka?

Sebelumnya mengetahui peran 14 orang tersebut ada baiknya kita menengok dulu insiden serangan cyber terbesar yang baru-baru ini terjadi.

Tepatnya pada Jumat (21/10/2016) pekan lalu, sejumlah situs dan layanan online populer mendadak tidak bisa diakses. Kejadian tersebut diakibatkan oleh tumbangnya server penyedia jasa Domain Name System (DNS) besar bernama Dyn karena serangan cyber.a

DNS adalah “buku telepon” internet. Isinya alamat IP dalam bentuk angka untuk situs-situs web. Ketika pengguna internet mengetik URL, semisal www.kompas.com, maka komputer akan mengontak server DNS untuk mengetahui alamat IP situs dimaksud.

Dalam hal ini alamat IP situs Kompas.com adalah 202.61.113.35. Begitu alamat IP diketahui dari server DNS, komputer pun bisa menuju dan membuka situs yang bersangkutan.

Tanpa DNS, pengguna hanya bisa mengunjungi situs dengan mengetikkan alamat IP berupa rangkaian nomor yang sukar diingat itu secara langsung di kolom browser.

Informasi DNS tersimpan dalam rangkaian server internet yang menghubungkan pengguna dengan server situs online tujuan. Cara kerjanya berantai berdasarkan urutan.

Baca: Serangan Masif DDoS Lumpuhkan Twitter, Indonesia Terdampak 

Pertama-tama, komputer pengguna akan mengontak server DNS milik penyedia layanan internet (ISP). Kalau DNS di server ISP memiliki alamat IP situs dimaksud, komputer pengguna bisa langsung diarahkan ke tujuan.

Tapi kalau tidak, maka server ISP akan "bertanya" ke server Root Zone Server yang menyimpan informasi DNS pengelola Top Level Domain (TLD) di seluruh dunia, misalnya .com, .org, .net, dan lain sebagainya.

Dari Root Zone Server, barulah trafik dialihkan ke server pengelola TLD, lalu second-level domain yang akhirnya memberikan alamat IP situs dimaksud ke komputer pengguna. Semua proses penelusuran hierarki DNS ini diselesaikan dalam waktu hanya sepersekian detik. Ilustrasinya dapat dilihat di laman berikut.



www.itgeared.com
Gambaran hierarki DNS dalam pencarian alamat IP situs di internet. Root Zone Server berada di tingkat teratas dan mengatur lalu lintas ke Top-Level Domain.

Masing-masing tahapan (zona) dalam hierarki itu memiliki pengelola berbeda. TLD komersial .com dan .net, misalnya, dikelola oleh Verisign, sementara TLD .id di Indonesia oleh PANDI.

Baca: 2016, Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta 

Tumbangnya server Dyn pada akhir pekan kemarin berakibat pada putusnya salah satu mata rantai sistem DNS ini sehingga berakibat pengguna internet di sebagian wilayah dunia tak bisa mengakses sejumlah situs dan layanan online. Dyn sendiri hanyalah salah satu provider DNS yang tersebar di seluruh dunia.

Alamat palsu
Pendek kata, DNS adalah "buku telepon" internet disusun berdasarkan hierarki, dengan Root Zone di urutan teratas daftar alamat. Sistem ini memiliki kelemahan karena berbasis "saling percaya". Komputer akan percaya begitu saja dengan alamat yang diberikan oleh server DNS tanpa verifikasi. 

Akibatnya, bisa muncul kejadian DNS spoofing atau DNS cache poisoning, di mana server DNS dipaksa memberikan alamat IP palsu menuju situs berbahaya yang sengaja dibuat oleh hacker. 

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) selaku penanggung jawab DNS Root Zone pada 2010 mulai menerapkan protokol bernama DNS Security Extensions (DNSSEC).

Baca: Internet Indonesia Terganggu pada Malam Jumat, Ada Apa? 

DNSSEC menambahkan fitur keamanan berupa otentikasi alamat DNS, untuk memastikan bahwa informasi yang diteruskan ke pengguna internet merupakan alamat asli, bukan alamat palsu yang dibuat oleh pihak tak bertanggung jawab.

Caranya adalah dengan membubuhkan digital signature berupa "kunci" kriptografis ke rekaman alamat yang berada di semua server DNS. Otentikasi DNSSEC dilakukan secara bertahap sesuai urutan hierarki.


ICANN
Tanpa DNSSEC, hacker bisa menyisipkan alamat palsu (panah merah) ke dalam DNS sehinga menyesatkan pengguna internet ke situs berbahaya.

Berbeda dari protokol HTTPS yang mengenkripsi trafik supaya tak bisa diendus pihak lain, DNSSEC ibarat menandai keaslian buku telepon internet untuk memastikan informasi di dalamnya memang benar.

Berbekal referensi digital signature tadi, server Root Zone akan memastikan keotentikan data dari TLD (.com, .net, dsb), lalu server TLD akan memastikan keotentikan data dari server second-level domain, dan seterusnya. 

Apabila dalam mata rantai DNS terdeteksi ada data yang tidak otentik, maka trafik pengguna akan disetop, alih-alih dilarikan ke situs yang tidak jelas asal muasalnya sehingga terhindar dari bahaya.

Lalu, siapa melakukan otentikasi Root Zone yang berada di tingkat paling atas? Di sinilah letak "masterkey" yang menjadi kunci utama dalam sistem keamanan DNSSEC. Kunci penanda utama yang disebut Root Zone Key Signing Key (KSK) ini dipakai untuk menandai keaslian alamat yang tersimpan di DNS Root Zone. 

14 juru kunci

Root Zone Key Signing Key memiliki peranan yang luar biasa besar di jaringan internet dunia. Dalam sebuah wawancara, Vice President Research ICANN, Matt Larson, pernah mengatakan bahwa pemilik kunci penanda tersebut bisa menguasai sebagian lalu lintas traffic internet yang menggunakan DNSSEC dengan membuat alamat palsu yang ditandai sebagai asli.

Lantaran inilah, agar netral dan bisa dipercaya oleh publik, KSK tidak bisa dipegang oleh satu individu atau institusi tertentu. 

Proses otentikasi dan penciptaan KSK dipecah-pecah menjadi beberapa bagian, lantas diberikan ke 14 orang sukarelawan dari beberapa negara yang tergabung dalam Trusted Community Representatives (TCR).

Para anggota TCR "juru kunci" ini adalah bagian dari komunitas DNS di negara masing-masing yang tidak terafiliasi dengan ICANN, VeriSign, ataupun Departemen Perdagangan Amerika Serikat selaku tiga pengelola DNS Root Zone.

KSK divalidasi dalam "upacara" khusus bernama Root Signing Ceremony yang digelar tiap tahun oleh ICANN bersama para sukarelawan yang disebut sebagai "Crypto Officer". Setidaknya tiga orang Crypto Officer mesti menghadiri tiap upacara yang turut diawasi oleh saksi.

Karena peranan KSK yang sangat genting, upacara digelar dengan pengamanan yang sangat tinggi di dua fasilitas data center berbeda, yakni di El Segundo, California, dan Culpeper, Virginia. Keduanya berada di Amerika Serikat.


CloudFlare
Salah satu kunci hardware untuk pembaruan KSK yang tersimpan dalam lemari besi. Kunci berupa kartu elektronik ini terbungkus cangkang plastik, lalu dibungkus lagi dalam kantung plastik untuk mencegah manipulasi.
Upacara berlangsung rumit dan melibatkan aneka mekanisme pengamanan seperti pemindai retina. Di dalam rungan upacara terdapat dua lemari besi berisi kunci elektronik untuk mengakses hardware yang bakal memperbarui dan memvalidasi kunci KSK baru dalam setiap upacara. 

Masing-masing Crypto Officer dan pihak lain yang terlibat hanya bisa melakukan bagian tertentu. Upacara hanya bisa dilangsungkan apabila pihak-pihak yang diperlukan hadir untuk menyelesaikan semua langkahnya. 

Begitu KSK selesai diperbarui, kunci lama akan di non-aktifkan dan kunci baru didistribusikan ke DNS di seluruh dunia untuk dipakai sebagai penanda keaslian Root Zone. KSK mesti diperbarui secara reguler untuk menjaga keamanannya, sama seperti password yang harus diganti secara rutin. 

Upacara Root Signing Ceremony berikutnya dijadwalkan digelar pada minggu ini, tanggal 27 Oktober. ICANN selalu menyiarkan proses upacara secara langsung via live streaming di internet. Naskah untuk tiap upacara juga dipublikasikan sebelum hari H supaya tiap pihak bisa menyadari apabila terjadi penyimpangan.

Proses berkumpulnya para juru kunci ini bisa disimak di tayangan di bawah, dalam rekaman upacara pertama yang digelar pada 2010, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Business Insider (25/10/2016).

Senin, 05 Desember 2016

BlackBerry Rilis "Android Aman" DTEK60, Dijual Rp 6,5 Juta

Desas-desus mengenai keberadaan smartphone berbasis Android Blackberry DTEK60 sudah cukup lama beredar. Kini, ponsel yang diklaim aman itu sudah resmi dirilis.



BlackBerry DTEK60 merupakan seri penerus dari DTEK50 yang baru dirilis pada akhir Juli lalu. Bedanya dengan generasi sebelum, DTEK60 memiliki spesifikasi yang lebih tinggi.

BlackBerry DTEK60 sendiri dibuat berdasarkan desain referensi dari TCL, yaitu perusahaan China pemilik merek Alcatel.

Baca: BlackBerry Rilis Android Teraman DTEK50, Harganya?

Smartphone ini dibekali dengan rangka berbahan metal dengan finishing dual glass panel.
Layar BlackBerry DTEK60 berbentang 5,5 inci dengan dukungan resolusi Quad HD 2.560 x 1.440.

"Otak" pemrosesannya diserahkan kepada Qualcomm Snapdragon 820, yang dikombinasikan dengan RAM 4 GB dan memori internal 32 GB.

Ponsel ini juga dibekali dengan kamera utama (belakang) setajam 21 megapiksel, baterai 3.000 mAh dengan fitur QuickCharge 3.0, port USB-C, dan alat pemindai sidik jari di bagian belakang.

BlackBerry DTEK60 menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.

BlackBerry mengklaim DTEK60 lebih aman dibanding smartphone Android lain. Pasalnya ponsel ini dibekali dengan sejumlah software pengaman, seperti secure bootloader, hardware root of trust, dan DTEK.

BlackBerry juga menjamin, pembaruan-pembaruan keamanan akan dirilis lebih cepat dari perangkat Android merek lain.

Dilansir KompasTekno dari The Verge, Rabu (26/10/2016), BlackBerry menawarkan DTEK60 dengan harga 499 dollar AS atau sekitar Rp 6,5 juta. Penjualan dilakukan melalui situs resmi perusahaan asal Kanada itu.

Belum ada informasi mengenai ketersediaan BlackBerry DTEK60 di Indonesia.

BlackBerry bakal memasarkan DTEK60 sebagai perangkat yang dijual kepada institusi bisnis dan pemerintah. Namun, sama seperti pada DTEK50, konsumen biasa juga bisa membeli ponsel tersebut lewat toko retail jika memang berminat.

Untuk diketahui, saat ini BlackBerry sedang bertransisi dari perusahaan hardware menjadi perusahaan software. BlackBerry akan mengeluarkan lisensi software-nya kepada perusahaan lain.

Blackberry sendiri dikatakan masih berperan dalam penentuan spesifikasi dan desain DTEK60. Tapi perangkat genggam lain setelah seri ini akan sepenuhnya dikembangkan oleh produsen lain yang memiliki lisensi merek.